Advertisement

Sukses Usaha Olahan Ikan Lele Dengan Omzet Rp 60 Juta Perbulan

Sukses Usaha Olahan Makanan Omzet 60 Juta Perbulan

Titin Mukadah (43) seorang wanita asal desa Glagahsari, kecamatan Sukorejo kabupaten Pasuruan, Jawa Timur yang sukses dengan usaha olahan ikan lele bahkan sampai go International.

Berawal dari sang anak yang tidak menyukai ikan, kemudian dirinya menciptkan sebuah inovasi dengan membuat aneka olahan makanan dari bahan baku ikan yang lebih menggoda selera.

Kenapa Titin memilih menggunakan bahan dasar ikan lele alasannya karena di sekitar rumahnya begitu banyak orang yang menjalankan usaha budidaya ikan lele.

Dengan harga ikan yang cukup terjangkau yaitu kisaran Rp20.000 per kg, maka ia mulai berkreasi dan tidak disangka ternyata sang anak sangat menyukai hasil olahannya.

Kemudian Ia pun lebih semangat untuk menekuni dan pada akhirnya membuka usaha olahan lele yang layak untuk dipasarkan.

Seperti yang dituturkannya, bahwa respon pasar sangat positif terhadap hasil olahan lele yang pada waktu itu baru berbentuk abon lele.

Dengan memahami peluang serta potensi ini, Titin pun mulai mencoba untuk mengembangkan kreasi olahannya dengan memproduksi kerupuk lele, stik lele, kripik lele, dodol, permen dan pastel dimana semuanya berbahan baku lele.

Melihat tingginya permintaan pasar, sehingga Titin tidak sanggup untuk memenuhinya seorang diri maka sejak Maret 2012, Ia pun mengajak 7 orang ibu-ibu di daerah sekitarnya untuk membentuk kelompok usaha Sukorejo Olahan Lele.

Titin akhirnya mengambil keputusan untuk bergabung dengan PPK Sampoerna. Dan berbagai macam pelatihan seperti membuat merek, cara pengemasan, strategi marketing dan manajemen keuangan dia peroleh dari PPK Sampoerna yang Ia rasa sangat menunjang usahanya.

Dikatakannya PPK Sampoerna juga telah memberikan jaringan pemasaran dengan memberikan kesempatan untuk menjual produk SUOLE di galery dan PPK Sampoerna expo yang diselenggarakan setiap tahun.

Pada tahun 2013, SUOLE menyabet juara 2 PPK Sampoerna award. Pada tahun 2015, SUOLE menduduki peringkat 3 lomba UKM pengolahan terbaik yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur.

Selain aktif dalam lomba-lomba, kelompok ini juga sering mengikuti festival diantaranya festival makanan Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

Awal usaha, SUOLE memproduksi kerupuk lele 5 kg per hari dengan harga Rp5.000 per 125 g, seiring bertambahnya wawasan, produk olahan lelenya pun bervariasi.

Saat ini SUOLE memproduksi stik tulang lele dengan kemasan 125 g dengan harga Rp7.000, kemasan 250 g harga Rp15.000, dan kemasan 500 g dengan harga Rp25.000.

Abon kemasan 100 g dengan harga Rp 20.000 dan kripik kemasan 75 g harga Rp8.000. Omzetnya dalam satu bulan telah mencapai Rp 60 juta dengan daerah pemasaran wilayah Sidoarjo, Pasuruan dan Bali.

Sampai pada saat ini usaha makanan olahan ikan lele yang di kelola oleh PKK Sampoerna telah banyak membantu perekonomian masyarakat karena secara langsung juga melibatkan para pembudidaya lele yang tidak kesulitan untuk mencari pasar.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!