Macam dan Contoh Perhitungan Biaya Produksi Perusahaan Manufaktur

Perhitungan biaya produksi

Produksi ialah suatu kegiatan untuk menambah nilai guna atau untuk menciptakan suatu barang yang berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan. Berbeda dengan produksi jasa, produksi jasa didefinisikan sebagai kegiatan menambah daya guna suatu barang tanpa mengubah barang tersebut.Ada banyak jenis produksi yang biasanya dilakukan perusahaan antara lain:

  1. Produksi Agraris

Merupakan kegiatan produksi yang memanfaatkan SDA untuk menghasilkan produk yang mana dilakukan melalui pengelolaan dengan baik. Contohnya: Penanaman padi di sawah, menanam sayuran dan atau buah-buahan, dan lain sebagainya.

  1. Produksi Industri

Ialah suatu kegiatan produksi yang memiliki tujuan untuk merubah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang nantinya akan disalurkan kepada pembeli atau konsumen.

  1. Produksi Ekstraktif

Merupakan kegiatan mengambil sesuatu dari alam kemudian menjualnya kembali kepada badan atau perusahaan yang kemudian akan diproses lagi menjadi sesuatu yang baru. Misalnya, batu bara, emas, minyak bumi, dan lain sebagainya.

  1. Produksi Perdagangan

Produksi perdagangan pada hakikatnya adalah menjadi perantara dari produsen kemudian menjualkannya kepada konsumen. Misalnya, membeli beras pada petani kemudian menjualkannya kepada pembeli.

  1. Produksi Jasa

Merupakan produksi dimana ia menawarkan atau menjual jasa berupa keahlian tanpa merubah barang tersebut dan membuatnya menjadi lebih baik. Misalnya, montir yang memperbaiki motor atau mobil.

  1. Produksi Pengangkutan

Produksi pengangkutan ialah produksi yang memiliki tujuan untuk melayani distribusi barang dari produsen ke lokasi terdekat dengan konsumen.

Dalam melakukan kegiatan produksi, maka tentu perusahan mengeluarkan biaya-biaya produksi. Apa saja macam-macam biaya produksi? apa saja contohnya?

Biaya produksi dapat dikategorikan menjadi setidaknya dua macam yaitu:

  1. Biaya tetap atau Fixed Cost
  2. Biaya variabel atau Variable Cost

Dalam kaitannya melakukan analisis biaya produksi yang dikeluarkan, perlu memperhatikan beberapa hal yakni:

  1. Biaya produksi rata-rata

Biaya produksi rata-rata didalamnya mencakup biaya produksi total rata-rata, biaya produksi tetap rata-rata, dan biaya variabel rata-rata.

  1. Biaya produksi marjinal

Biaya produksi marjinal ialah tambahan biaya produksi yang harus dibayarkan untuk menambah satu unit produksi.

Maka, apabila ditinjau dari sifat biaya dalam hubungannya dengan tingkat output atau keluaran, biaya produksi dapat dibagi kedalam:

  • Biaya total (Total Cost = TC)

Biaya total yakni semua biaya yang harus dibayarkan untuk menghasilkan produksi.

TC= TFC + TVC dengan keterangan TFC (Total Fixed Cost) dan TVC (Total Variable Cost)

  • Biaya Tetap Total/ Total Fixed Cost (TFC)

Yang dimaksud sebagai biaya total ialah biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan faktor produksi yang mana tidak dapat berubah jumlahnya. Contohnya: Suatu perusahaan membutuhkan alat mesin untuk memproduksi barang, atau membeli  bahan bangunan untuk membangun perusahaan, membeli peralatan untuk operasional kantor, dan lain sebagainya.

  • Biaya Variabel Total / Total Variable Cost (TVC)

Biaya variable total merupakan biaya keseluruhan yang harus dibayarkan untuk memperoleh faktor produksi variable. Sebagai contohnya, biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar upah tenaga kerja perusahaan, untuk biaya pembelian bahan baku produksi (Misalnya, perusahaan adalah perusahaan industri tempe maka perlu membeli bahan baku berupa kedelai atau tempe yang sudah jadi), pembelian bahan bakar untuk mesin yang digunakan untuk memproduksi, dan masih banyak lagi.

  • Biaya tetap rerata / Average Fixed Cost/ AFC

Biaya tetap rata-rata ialah biaya tetap total yang dibagi dengan jumlah produksi. AFC = TFC : Q  (Q adalah tingkat output).

  • Biaya Variabel rerata/ Average Variable Cost/ AVC

Biaya variabel rerata adalah biaya variabel total yang dibagi dengan jumlah produksi. AVC= TVC : Q

  • Biaya Total Rerata/ Average Total Cost / AC

Biaya total rerata adalah biaya total dibagi dengan total produksi. AC = AFC = TC ; Q atau AC= AFC + TVC

  • Biaya Marginal/ Marginal Cost/ MC

Biaya marginal ialah biaya tambahan produksi yang digunakan untuk mennambahkan produksi pada satu unit. MC= TC : Q

Baca juga ulasan terkait tentang Strategi pengurangan biaya atau cost reduction serta artikel menarik lainnya mengenai Cara menghemat ongkos produksi untuk UKM

Itulah beberapa jenis produksi serta jenis-jenis biaya produksi. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat serta mengedukasi pembaca tentang produksi dan juga biaya yang harus dikeluarkan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!