Advertisement

Investasi Obligasi: Perhitungan Keuntungan dan Kerugian Serta Resikonya

Kelebihan kekurangan atau keuntungan kerugian resiko investasi obligasi

Di dunia perbankan ada istilah mengenai obligasi, tetapi banyak yang belum mengenal apakah obligasi itu? Obligasi merupakan pernyataan utang yang dikeluarkan dari penerbit utang, dikeluarkan dalam jumlah yang besar dan ditawarkan kepada publik secara luas.

Pihak penerbit ini berjanji membayarkan kembali seluruh jumlah pokok utang yang dipinjam dalam jangka waktu tertentu dan memberikan kupon atau bunga pada saat tanggal jatuh tempo pengembalian.

Obligasi memiliki persamaan dengan surat utang hampir tidak ada pembatas jelas penggunaan dari kedua istilah ini. Tetapi perbedaan terlihat adalah besar penerbitan dan besar investor yang ditawarkan apakah penerbitan dalam jumlah besar atau kecil serta investor yang ditawarkan apakah publik dalam jumlah banyak atau hanya sedikit investor saja yang ditawarkan surat hutang ini serta tingkat resiko yang diberikan.

Untuk jangka waktu obligasi umumnya adalah lebih dari 1 (satu) tahun dan batas waktu maksimal yang ditentukan adalah hanya sampai 30 (tiga puluh) tahun saja.

Ada juga investasi berupa surat hutang yang memiliki jangka waktu kurang dari 1 (satu) tahun yaitu instrument pasar uang atau istilah asingnya adalah Money Market Instrument.

Unsur unsur yang terkait pada instrumen investasi obligasi

Pihak manakah yang memiliki hak untuk bisa mengeluarkan surat hutang atau obligasi ini? Surat hutang ini hanya berhak dikeluarkan oleh pihak perusahaan swasta dan perusahaan negeri, serta pemerintahan. Penjualan obligasi secara per obligasi dengan nominal tertentu (par value).

Obligasi ini memiliki harga yang bisa naik maupun turun sehingga bisa dijadikan sebagai salah satu investasi yang menguntungkan sebab dapat dijual belikan dalam pasar modal.

Didalam obligasi terdapat beberapa komponen yang memberikan informasi lengkap yang perlu diketahui terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengambil investasi jenis ini. Unsur tersebut dikenal dengan nama Indentur Obligasi atau Bond Indenture, antara lain :

  • Nama pihak yang berhutang (perusahaan/lembaga)
  • Bunga yang dibayarkan (kupon/coupon)
  • Periode pelunasan (tahunan)
  • Periode pembayaran/angsuran (triwulanan)
  • Penjamin emisi obligasi (bond underwriter)
  • Wali amanat (trustee)
  • Jumlah pokok hutang (face value, par value, nilai nominal)
  • Dan lain sebagainya yang diperlukan

Adanya informasi yang detail, akurat dan bisa dipertanggung jawabkan, obligasi dikatakan legal dan sah untuk dijalankan.

Simak juga ulasan terkait mengenai keuntungan investasi syariah di banding yang lainnya serta artikel menarik lainnya tentang memulai investasi reksadana dengan modal kecil.

Faktor peringkat pada obligasi

Orang yang memegang obligasi atau investor obligasi ini disebut sebagai bondholders. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk menjadi bondholders atau berinvestasi, Anda perlu mengenali beberapa rating pada investor obligasi.

Sebagai pemegang dari obligasi disebut dengan nama bondholders. Jika anda berniat untuk menjadi investor di obligasi, perlu anda kenali beberapa rating atau peringkat dalam investor obligasi dan tentunya ada juga harus tidak asing dengan istilah-istilah yang ada seperti Standard & Poor’s, Moody’s, Fitch Ratings dan lain sebagainya.

Peringkat obligasi di Indonesia sudah ditentukan oleh pihak pemeringkat hutang PEFINDO (PT Pemeringkat Efek Indonesia).

Berikut ini adalah beberapa penjelasan rating dalam obligasi yang perlu Anda ketahui :

  • IdAAA = Perusahaan memiliki tingkat resiko investasi paling rendah, karena memiliki kemampuan yang paling baik dalam membayar bunga dan hutang pokok sesuai dengan perjanjian
  • idAA = Perusahaan memiliki tingkat resiko investasi sangat rendah, karena memiliki kemampuan yang sangat baik dalam membayar bunga dan hutang pokok sesuai dengan perjanjian
  • idA = Perusahaan memiliki tingkat resiko investasi cukup rendah, karena memiliki kemampuan yang cukup baik dalam membayar bunga dan hutang pokok sesuai dengan perjanjian
  • idBBB = Perusahaan memiliki tingkat resiko investasi cukup rendah, karena memiliki kemampuan yang cukup baik dalam membayar bunga dan hutang pokok sesuai dengan perjanjian
  • idBB = Perusahaan memiliki tingkat resiko investasi cukup tinggi, karena memiliki kemampuan dalam membayar bunga dan hutang pokok sesuai dengan perjanjian dan sangat peka terhadap perubahaan keadaan yang merugikan
  • idCCC= Perusahaan yang tidak mampu lagi memenuhi kewajiban finansialnya
  • idD = Perusahaan yang bangkrut alias berhenti

Menimbang keuntungan dan resiko produk obligasi

Investasi dalam obligasi juga memberikan keuntungan yang disebut dengan YIELD. Selama berjalannya obligasi investor akan mendapatkan keuntungan yang disebut dengan current yield juga keuntungan dari hasil jatuh tempo atau yield to maturity.

Profit dan keuntungan

  • Hasil berjalan merupakan perbandingan antara bunga tahunan dengan harga obligasi sekarang
  • Hasil jatuh tempo merupakan hasil yang didapatkan ketika membeli obligasi pada harga tertentu dan memegang obligasi tersebut hingga akhir tanggal jatuh tempo

Resiko yang bisa terjadi

Tidak ada satupun investasi yang tidak memiliki resiko. Anda perlu mengetahui terlebih dahulu beberapa resiko yang bisa terjadi dan cara untuk bisa mengatasinya yaitu :

Gagal Bayar – Gagal bayar ternyata tidak hanya terjadi pada perorangan saja. Investasi obligasi juga memiliki peluang tidak bisa membayar hutang atau terjadi gagal bayar. Sehingga untuk bisa menghindari resiko ini, perlu adanya analisis terlebih dahulu mengenai rating obligasi melalui lembaga yang sudah ditentukan agar obligasi yang anda pilih merupakan pihak yang memiliki history yang baik dalam melunasi pinjamannya.

Capital Loss – Hal yang bisa menyebabkan investor mengalami kerugian berupa capital loss adalah pada saat obligasi diperdagangkan atau dilelang di bursa efek. Adanya kegiatan lelang ini membuat adanya selisih antara harga beli dengan harga jual obligasi.

Sebagai contoh apabila dulu investor membeli per obligasi sebesar Rp 10.000,- namun beberapa tahun kedepan ternyata dilelang dan harga jual per obligasi adalah Rp 8.000,- maka investor dikatakan mengalami kerugian sebesar 2%.

Sehingga diperlukan kecermatan dan mengenali setiap kemungkinan resiko yang bisa muncul. Sebagai investor anda harus selalu siap dalam menghadapinya agar bisa mendapatkan keuntungan sesuai harapan. (centrausaha.com)

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!