Advertisement

Usaha dan Bisnis Budidaya Jamur Tiram Putih Sangat Menguntungkan

Peluang bisnis dan usaha budidaya jamur tiram putih

Membudidayakan jamur tiram sangat ideal untuk wilayah beriklim tropis seperti di negara kita. Modal yang diperlukan untuk mengawali usaha dan bisnis budidaya jamur tiram relative terjangkau dan bisa dilakukan secara bertahap. Bisa dikatakan justru bagian paling sulit ialah membangun baglog sebagai media tanamnya.

Karena bentuknya yang menyerupai cangkang tiram maka masyarakat menyebutnya jamur tiram yang berwarna putih berbentuk setengah lingkaran. Di lingkungan alami, jamur tiram putih ini biasa dijumpai pada batang kayu yang sudah lapuk. Dengan deemikian, jamur tiram sering pula disebut dengan nama jamur kayu.

Tahap – tahap memulai budidaya jamur tiram

Dimulai dengan membuat media tanam (baglog) dan menginokulasikan bibit jamur pada media tanam yang telah siap. Berlanjut ketika media telah ditumbuhi miselium berwarna putih seperti kapas, kemudian berikutnya adalah menumbuhkan miselium tersebut menjadi badan buah.

Berikut ini adalah tahap tahap selengkapnya mulai persiapan, perawatan hingga masa pemanenan jamur tiram putih.

Mempersiapkan kumbung

Rak kumbung budidaya jamur tiram putih

Kumbung disebut juga sebagai rumah jamur merupakan tempat untuk merawat dan mengelola baglog serta sebagai area menumbuhkan jamur. Kumbung bisa berbentuk sebuah bangunan, yang didalamnya disediakan rak-rak untuk meletakkan baglog. Bangunan tersebut dengan syarat harus mampu untuk menjaga suhu ruangan serta kelembabannya.

Kumbung dapat dibangun dari material bambu atau kayu. Sedangkan untuk dinding kumbung dapat dipasang dari anyaman bambu dan juga papan. Atapnya sendiri bisa dipasang genteng atau sirap. Sangat tidak dianjurkan menggunakan atap asbes atau seng, sebab dapat membuat suhu ruang menjadi panas. Kemudian bagian lantainya lebih baik dibiarkan tanah dengan tujuan supaya air yang dipakai untuk menyiram jamur dapat meresap.

Ukuran di dalam ruang antar rak sebaiknya memiliki ketinggian tidak kurang dari 40 cm, dan kapasitas rak bisa dibuat 2 hingga 3 tingkat.

Kemudian untuk lebar rak berukuran 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Pada setiap satu ruas rak dengan ukuran ini dapat menampung 70 sampai 80 baglog. Kebutuhan rak disesuaikan dengan kapasitas baglog yang hendak dibudidayakan.

Perlu diperhatikan bahwa sebelum memasukkan baglog kedalam kumbung, akan lebih baik jika dilakukan terlebih dahulu beberapa persiapan berikut in:

  • Membersihkan kumbung dan rak-rak yang akan digunakan sebagai tempat baglog dari beragam kotoran.
  • Lakukan pengapuran serta berikan penyemprotan menggunakan fungisida pada bagian dalam kumbung. Lalu diamkan maksimal selama 2 hari, sebelum baglog memasuki kumbung.
  • Pastikan aroma obat penyemprotan sudah hilang, baru kemudian masukkan kantong baglog yang telah siap ditumbuhkan dengan cri ciri seluruh permukaannya tampak telah tertutupi serabut berwarna putih.

Menyiapkan baglog

Baglog budidaya jamur tiram putih

Baglog adalah sebuah media tanam dimana tempat diletakkannya bibit jamur tiram. Serbuk gergaji adalah bahan utama untuk pembuatan baglog, karena jenis jamur tiram merupakan jamur kayu. Kemudian baglog dibungkus menggunakan plastik seinga berbentuk silinder dengan salah satu ujungnya dilubangi yang akan menjadi tempat jamur tiram tumbuh menyembul keluar.

Untuk baglog sendiri ada yang disediakan oleh pembibit untuk memenuhi kebutuhan petani yang fokus pada pembesaran dan adapula yang memang dibuat sendiri oleh petani yang belum memiliki cukup modal belanja baglog jadi.

Pada waktu ini, baglog jamur tiram dengan memiliki berat sekitar 1 kg bisa didapatkan dengan harga Rp. 2.000 sampai Rp 2.500.

Merawat baglog

Ada 2 metode menyusun baglog pad arak didalam kumbung, pertama diletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas berkutnya adalah diletakkan secara horizontal dengan lubang baglog berada di samping.

Untuk baglog dengan sususan horizontal akan lebih aman ketika dilakukan penyiraman dan menghindari air masuk kedalam baglog. Kelebihan lainnya yaitu ketika masa pemanenan akan lebih mudah meskipun penyusunan baglog horizontal tampak lebih memakan ruangan.

  • Pada saat baglog akan disusun, jangan lupa untuk membuka cincin penutup baglog dan diamkan selama 5 hari. Bisa  lakukan penyiraman utuk menambah kelembaban.
  • Langkah berikutnya adalah potong ujung baglog hal ini untuk memberikan area ruang pertumbuhan menjadi lebih lebar dan sebaiknya di biarkan selama 3 hari tanpa dilakukan penyiraman kecuali pada lantai saja.
  • Penyiraman sebaiknya dengan menggunakan sprayer agar membentuk kabut. Semakin sempurna pada hasil pengabutan maka dampaknya akan semakin baik. Sedangkan untuk frekuensi penyiraman bisa dilakukan 2 sampai 3 kali sehari, tergantung dari suhu dan kelembaban ruang didalam kumbung agar suhu bisa dijaga pada kisaran 16-24oC.

Masa panen budidaya jamur tiram

Ketika baglog telah tampak pada permukaannya tertutup sempurna dengan miselium, pada umumnya dalam rentang 1 hingga 2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, maka jamur sudah akan tumbuh dan siap untuk dipanen.

Baglog jamur yang produktif dapat dipanen 5 sampai 8 kali dengan catatan perawatannya terjaga dengan baik. Baglog berbobot sekitar 1 kg bisa menghasilkan jamur segar sebanyak 0,7 hingga 0,8 kg. Bekas baglog yang sudah habis dipanen bisa dibuang atau dapat pula dijadikan bahan pupuk kompos.

Pemanenan yang tepat hanya dilakukan terhadap batang jamur yang telah tumbuh mekar dan membesar.

Hal ini dapat dilihat dari ujung-ujungnya yang telah tampak meruncing akan tetapi tudungnya belum sampai pecah dan warnanya masih tampak putih bersih. Jarak masa panen pertama ke waktu panen berikutnya dapat berkisar 2 hingga 3 minggu.

Simak juga artikel tentang peluang usaha bidang agribisnis yang menjanjikan serta ulasan menarik lainnya tentang tips bisnis ternak kroto pakan burung kicau.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!