Informasi Lengkap tentang Bea Cukai: Pengertian dan Contohnya

Bea dan Cukai: Pengertian dan Contohnya

Selama ini pasti anda tidak asing dengan istilah bea cukai. Tetapi sebenarnya, ia bukanlah satu kesatuan kalimat tetapi tiap kata memiliki makna dan fungsi yang berbeda.

Meskipun bea cukai adalah berada dalam satu lembaga, bea dan cukai adalah dua hal yang berbeda.

Bea adalah tarif yang dikenakan atas impor (bea masuk) dan juga ekspor (bea keluar).

Sedangkan cukai, cukai adalah pungutan negara terhadap suatu barang yang memiliki karakteristik tertentu yang diatur oleh undang-undang yang berlaku. Lebih lanjutnya, penjelasan bea dan cukai adalah sebagai berikut:

Bea

Seperti yang telah dibahas pada pengantar sebelumnya, bea dikategorikan menjadi dua yakni bea keluar bagi ekspor dan juga bea masuk untuk impor.

Keduanya memiliki peranan penting. Adanya pungutan baik bea masuk dan keluar memiliki fungsi antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Dengan
    adanya bea masuk untuk impor, maka negara bisa mengendalikan tingkat impor yang
    ada sehingga komoditi impor yang masuk di Indonesia tidak berlebihan
  2. Dengan
    adanya bea ekspor, pemerintah berupaya untuk melindungi ketersediaan bahan baku
    yang ada agar angka pengiriman ke luar negeri dapat terkendali
  3. Melakukan
    pengawasan serta memberi perlindungan masyarakat tentang barang impor yang bisa
    saja memberi dampak negatif
  4. Sumber
    pendapatan negara

Regulasi yang menjelaskan tentang bea masuk dan bea keluar ada pada UU No 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.

#1 Bea Keluar

Bea keluar adalah biaya yang dipungut oleh negara untuk barang yang di ekspor atau dikirim keluar negeri. Bea keluar akan dikenakan kepada para pengusaha di dalam negeri tidak terkecuali apabila telah memenuhi syarat tertentu untuk terkena bea keluar.

Berdasarkan pasal 2A UU No 17 Tahun 2006 disebutkan bahwa dikenakannya tarif bea keluar adalah bertujuan sebagai berikut:

  • Menjamin terpenuhinya kebutuhan dalam negeri

Bisa anda bayangkan apabila tidak dikenakan bea ekspor bagi para pengusaha, maka mereka akan cenderung mengirimkan kepada negara yang sekiranya menghasilkan profit yang lebih banyak apabila dibandingkan dengan dipasarkan didalam negeri.

Adanya bea keluar atau pajak untuk ekspor ini maka pengusaha lebih mempertimbangkan sebelum akhirnya mengirim semua barangnya keluar negeri akibat adanya pungutan ini.

  • Melindungi
    kelestarian sumber daya alam

Pungutan tersebut dipergunakan untuk melindungi sumber daya alam yang diambil oleh para pengekspor untuk kemudian di ekspor ke luar negeri.

Dengan adanya pungutan bea keluar, pemerintah bisa melakukan pelestarian dan penjagaan terhadap kelestarian sumberdaya alam.

  • mengantisipasi
    kenaikan harga yang cukup drastis dari komoditi ekspor tertentu di pasaran
    internasional
  •  menjaga stabilitas harga komoditi tertentu di
    dalam negeri.

Jangan sampai karena tingginya barang yang diekspor, kemudian komoditi tersebut di negeri sendiri kemudian mengalami penurunan dan berakibat kepada kenaikan harga. Adanya bea keluar ini dapat mengantisipasi hal tersebut.

#2 Bea Masuk

Bea masuk adalah biaya yang dipungut oleh negara untuk barang yang di impor atau didatangkan dari luar negeri.

Bagi barang apapun yang berasal dari luar negeri dari pengusaha akan dikenakan pungutan ini.

Cukai

Cukai merupakan
pungutan yang dikenakan kepada barang tertentu dengan karakteristik yang telah
ditetapkan oleh undang undang. Cukai dikenakan pada barang kena cukai yang
antara lain yakni sebagai berikut:

  1. etanol
    atau etil alkohol, tanpa memperhatikan bahan yang digunakan serta proses
    pembuatannya
  2. minuman
    yang didalamnya mengandung etil alkohol berapapun kadarnya, dengan tidak
    memperhatikan proses serta bahan pembuatannya, termasuk juga konsentrat yang
    mengandung alkohol
  3. hasil
    tembakau yakni cerutu, sigaret, rokok daun, tembakau iris, serta hasil tembakau
    yang lainnya

Lalu apasaja sifat-sifat dan karakteristik barang yang terkena cukai? antara lain adalah sebagai berikut:

  1. tingkat
    konsumsinya perlu dikendalikan oleh negara
  2. dalam
    pemasarannya perlu diawasi
  3. dalam
    melakukan pemakaian atau konsumsi, bisa menimbulkan dampak negatif bagi
    masyarakat atau bagi lingkungan sekitar
  4. pemaikaiannya
    dibutuhkan pembebanan pemungutan demi keadilan dan keseimbangan negara

Undang-undang yang mengatur tentang cukai adalah Undang-undang nomer 39 Tahun 2007.

Simak juga ulasan menarik tentang jenis jenis pajak daerah provinsi serta info terkait mengenai langkah langkah melakukan ekspor barang bagi pebisnis pemula

Itulah perbedaan
antara bea dan cukai serta contoh dan pemanfaatan-pemanfaatannya. Kini anda
mengerti,kan bahwa kedua hal tersebut adalah hal yang berbeda. Semoga
bermanfaat!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *