Advertisement

Manajemen Keuangan: Cara Menghitung Pajak Penghasilan (PPh)

Cara Menghitung Pajak Penghasilan PPH

Apakah Anda sudah membayar pajak untuk gaji atau penghasilan Anda bulan ini? Terkadang banyak pegawai yang tidak mau membayar pajak penghasilan karena alasan tidak tahu berapa besar pajak yang harus dikeluarkan sehingga yang ada dibayangannya adalah jumlah yang besar.

Nah, daripada menduga-duga, berikut kami berikan informasi mengenai cara menghitung pajak penghasilan (PPh) dengan benar, yang bisa anda jadikan acuan

Perihal Peraturan PTKP yang Terbaru 2016

Di tahun 2016 ini, kebijakan pemerintah mengenai pajak penghasilan mengalami perubahan. Untuk PTKP atau Penghasilan Tidak Kena Pajak mengalami kenaikan yang awalnya sebesar 36 juta / tahun, sekarang menjadi 54 juta / tahun. Sehingga mengalami kenaikan sebesar 50 %. Untuk detailnya adalah sebagai berikut :

  1. Bagi wajib pajak pribadi, PTKP yang berlaku adalah sebesar Rp 54.000.000,- tiap tahunnya atau Rp 4.500.000,- per bulan.
  2. Bagi yang sudah memiliki suami/istri, PTKP yang diberlakukan adalah sebesar Rp 58.500.000,- per tahun dan ditambah Rp 4.500.000,- untuk setiap tanggungan anggota keluarga yang dimiliki.
  3. Suami dan istri yang bekerja keduanya, juga harus membayar pajak penghasilannya namun digabung menjadi sebesar Rp 112.500.000,- tiap tahunnya. Dan sama sebagaimana nomor 2. Akan ditambahkan Rp 4.500.000,- tiap anggota keluarga yang menjadi tanggungan. Tunjangan PTKP untuk tanggungan anggota keluarga maksimal adalah 3 orang anggota keluarga.

Adanya kenaikan PTKP di tahun 2016 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para wajib pajak untuk membayarkan dengan sesuai pajak penghasilannya, meskipun dampaknya pendapatan negara dari hasil pajak akan turun.

Tarif Pajak Penghasilan

Untuk menghitung pajak penghasilan Anda, tentu Anda harus mengetahui berapa tarif pajak yang ditetapkan pada Anda. Berdasarkan pasal 17 ayat 1 UU No. 36 Tahun 2008, perhitungan tarif PPh menggunakan tarif progresif. Untuk lebih mudahnya, berikut kami sajikan tabel prosentase tarif pajak penghasilan

Penghasilan Kena Pajak (Netto)Tarif Pajak
≤ 50 Juta5 %
50 Juta – 250 Juta15 %
250 Juta – 500 Juta25 %
≥ 500 Juta30 %

Langkah-Langkah Menghitung Pajak Penghasilan yang Terbaru

  1. Untuk menghitung pajak penghasilan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghitung besar penghasila kotor Anda dalam satu tahun. Jika ada gaji-gaji tambahan atau tunjangan-tunjangan, tambahkan dengan gaji pokok yang Anda terima.
  2. Setelah itu, hitunglah berapa besar PTKP yang sesuai dengan Anda. Tambahkan tanggungan keluarga yang memang Anda menanggung penuh. Jika tidak, jangan coba-coba menambahkannya sebagai PTKP.
  3. Jika sudah, silahkan mengurangi penghasilan kotor dengan besar PTKP. Jika ada iuran-iuran lain yang Anda keluarkan, Anda juga bisa mengurangkannya pada penghasilan kotor. Maka angka terakhir itulah yang menjadi penghasilan bersih (netto).
  4. Untuk mendapatkan hasil besarnya pajak penghasilan yang harus Anda keluarkan, maka Anda tinggal mengalikan penghasilan bersih dengan tarif pajak penghasilan sebagaimana tabel yang ada diatas.

Bukankah langkah-langkah diatas cukup mudah? Jika masih ada kebingungan, berikut akan kami berikan juga contoh kasus menghitung pajak penghasilan.

Contoh Menghitung Pajak Penghasilan

Fulan adalah seorang karyawan di PT. Sejahtera Sentosa. Ia sudah menikah dan memiliki 2 orang anak. Istrinya tidak bekerja. Gaji yang diterima fulan tiap bulan adalah sebesar Rp 10.000.000,-. Karena ia lembur, ia juga mendapat uang tambahan lembur sebesar Rp 1.000.000,- per bulan. Tiap bulannya, Fulan harus membayar biaya asuransi yang dipotong dari gajinya sebesar Rp 200.000,-

Sehingga dari data diatas, pajak penghasilan yang harus dibayarkan oleh Fulan adalah sebesar :

Menghitung Pajak Penghasilan

Begitulah langkah-langkah bagaimana menghitung pajak penghasilan yang sesuai dengan peraturan terbaru. Mudah bukan? Jadi tunggu apalagi? Segera hitung pajak penghasilan Anda dan bayarkan dengan tepat waktu.

Baca juga artikel menarik tentang cara mengelola keuangan bisnis dan usaha lebih efektif serta ulasan lainnya tentang cara memilih investasi yang minim resiko untuk masa pensiun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *