Advertisement

Strategi Untuk Menentukan Upah Tenaga Kerja Sesuai Dengan 3 Teori Bisnis

Cara menentukan besarnya upah tenaga kerja

Ketika usaha yang anda miliki telah menunjukkan prospek yang cukup signifikan, maka anda perlu untuk mulai memikirkan untuk mencari tenaga kerja yang bisa membantu anda dalam mengelola usaha dan bisnis.

Meskipun mereka yang memiliki kompetensi dalam bidangnya sudah tentu menjadi seorang pebisinis tunggal jauh lebih sulit, karena anda diharuskan untuk mengelola segalanya sendiri.

Sehingga akan membuat anda semakin tidak fokus terhadap apapun karena terlalu banyak hal yang musti anda pikirkan dan anda persiapkan pada waktu yang hampir bersamaan.

Inilah yang akhirnya membuat anda harus semakin berjuang dan mempertahankan bisnis anda. Nah, dari masalah inilah anda sebenarnya sudah diharuskan untuk merekrut karyawan yang bisa membantu kesulitan dan meringankan pekerjaan.

Namun perlu anda ketahui bahwa merekrut pegawai itu bukanlah hal yang mudah. Mencari pegawai yang tekun, ulet, terampil, amanah, dan mempunyai passion terhadap tugas yang diembannya sama juga dengan strategi membentuk tim kerja yang efektif.

Tidak cukup hanya itu karena anda harus memikirkan berapa gaji yang layak untuk mereka. Dalam penentuan gaji anda perlu untuk melakukan diskusi terlebih dahulu dengan karyawan anda supaya nantinya tidak ada masalah yang bisa menambah beban anda.

Hal terakhir inilah yang perlu untuk diperhatikan dengan baik baik karena merupakan yang paling sensitif dan riskan.

Usahakan jangan sampai anda memberikan gaji yang tidak sesuai dengan kemampuan dan kinerja yang mereka lakukan. Jika hal tersebut bisa terjadi maka mereka akan merasa bahwa kinerjanya tidak dihargai.

3 Cara menentukan upah tenaga kerja yang paling kompetitif

Ada beberapa hal yang harus di perhatikan. Berikut ini cara cara yang bisa anda gunakan untuk untuk menentukan upah tenaga kerja yang sesuai dan layak bagi mereka. Simak ulasannya berikut ini.

#1 Teori pasar untuk menentukan besarnya upah tenaga kerja

Melakukan perhitungan tenaga kerja dengan menggunakan konsep ini adalah cara untuk menentukan upah berdasarkan hasil negosiasi antara pengguna jasa tenaga kerja dengan karyawan.

Sehingga tingkat dan besaran upah yang diperoleh oleh karyawan ditentukan oleh bargain power dari si pemberi jasa. Berikut ini ada contoh dari perhitungannya:

Anda melakukan perekrutan tenaga kerja, kemudian calon tenaga kerja meminta gaji sebesar Rp 3.500.000 per bulannya. Namun anggaran yang anda miliki hanya berkisar Rp 2.850.000 per bulannya.

Nah, disinilah pentingnya dari konsep ini, anda bisa melakukan tawar menawar dengan mereka, maka anda akan mendap0atkan kesepakatan gaji yang akan diperoleh oleh para pekerja yakni Rp 2.700.000 per bulannya.

#2 Sesuaikan dengan teori standart hidup

Teori ini menjelaskan bahwa anda diharuskan untuk memberikan upah para pekerja agar bisa hidup layak.

Selain anda harus memberikan upah yang layak, anda juga diharuskan untuk memberikan asuransi bagi mereka seperti halnya asuransi kesehatan, pendidikan, atau perumahan.

Dengan adanya beberapa fasilitas tersebut maka seorang kaaryawan diharuskan untuk mempunyai kompetensi atau keahlian yang mumpuni.

Pada umumnya perusahaan yang berskala besar yang bisa menerapkan teori ini. Penentuan gaji dengan menggunakan teori ini diharuskan untuk untuk menghitung setiap item yang menjadi standar hidup calon karyawan. Berikut ini contoh perhitungannya:

Anda memiliki industry dengan omzet yang mencapai ratusan juta bahkan bisa menyentuh nilai milyar per bulannya. Suatu saat and ingin produk yang memiliki nilai tambah yang lebih bagi konsumennya yang berlum ada di pasaran.

kemudian anda memutuskan untuk merekrut karyawan dari kalangan orang orang yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi misalnya saja untuk mendesain kemasan produknya. Maka anda harus untuk menghitung setiap komponen kelayakan hidupnya.

  • Gaji pokok :    Rp 2.750.000
  • Tunjangan jabatan  :    Rp 300.000
  • Uang makan :    Rp 390.000 (Rp.15.000 x 26 hari)
  • Transport :    Rp 260.000 (Rp. 10.000 x 26 hari)
  • UangPulsa :    150.000
  • Kesehatan :    300.000

Jadi total gaji yang harus anda berikan adalah Rp. 4.150.000,-.

Simak juga ulasan terkait tentang cara menaikkan harga jual yang bisa diterima konsumen serta artikel menarik lainnya mengenai strategi meningkatkan omset penjulan dalam bisnis dagang.

#3  Teori tingkat kemampuan untuk membayar

Teori ini lebih melihat pada kemampuan anda dalam menentukan upah bagi para tenaga kerja.

Besar kecilnya gaji yang nantinya akan anda berikan kepada para pekerja akan disesuaikan dengan laba yang diperoleh oleh perusahaan anda.

Jadi intinya diteori ini adalah bila usaha anda mendapatkan keuntungan yang banyak maka karyawan anda juga akan mendapatkan bonus, namun bila keadaannya sebaliknya maka yang akan mereka dapatkan pun juga sebaliknya. Berikut ini contoh penghitungannya:

Anda memiliki 4 orang karyawan yang terdiri dari 1 orang supervisor, 1 orang sales, 1 orang admin dan 1 orang office boy.

Setiap ada kenaikan laba bersih usaha sebesar Rp 40.000.000 maka anda harus menyisihkan sebesar 5% sebagai tambahan upah karyawan, besarnya adalah  Rp. 40.000.000,- x 5% = Rp. 2.000.000,-. Adapun besaran gajinya yakni:

  • Gaji Supervisor :    3.000.000,-
  • Gaji Sales :    2.500.000,-
  • Gaji Admin :    1.500.000,-
  • Gaji Office Boy :    1.200.000,-

Dari perhitungan sebesar 5% tadi maka setiap karyawan akan mendapatkan prosentase sebesar:

  • Supervisor :    40%
  • Sales :    30%
  • Admin :    20%
  • Office Boy :    10%

Total gaji yang diterima karyawan ketika perusahaan mencapai laba bersih adalah sebagai berikut:

  1. Total Gaji Supervisor: 3.000.000,- + (40% x Rp. 2.000.000,-) = Rp. 3.800.000,-
  2. Total Gaji Sales: 2.500.000,- + (30% x Rp. 2.000.000,-) = Rp. 3.100.000,-
  3. Total Gaji Admin: 1.500.000,- + (20% x Rp. 2.000.000,-) = Rp.1.900.000,-
  4. Total Gaji Office Boy: 1.200.000,- + (10% x Rp. 2.000.000,-) = Rp. 1.400.000,-

Dari ketiga teori di atas maka anda dapat menentukan konsep mana yang bisa anda terapkan dan sesuaikan dengan usaha yang anda miliki. Yang perlu di ingat di sini adalah solusi yang anda ambil haruslah bisa menguntungkan kedua belah pihak.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *