Advertisement

Sistem Atau Cara Membagi Keuntungan dari Usaha Kerja Sama Bagi Hasil

Sistem Kerjasama Bagi Hasil

Usaha kerja sama dengan sistem bagi hasil merupakan solusi terbaik untuk mengembangkan usaha, terutama bagi para pelaku usaha yang mempunyai kendala keterbatasan modal. Dengan adanya usaha kerja sama tersebut, tentunya bisa menguntungkan banyak pihak.

Jenis Mitra Bisnis dalam Usaha Kerja Sama Bagi Hasil

Dalam usaha kerja sama bagi hasil, ada tiga jenis mitra bisnis yang masing-masing memiliki perhitungan pembagian yang berbeda. Jenis tersebut adalah

  1. Pemberi modal dan juga rekan kerja: Mitra bisnis ini adalah orang yang memberikan modal sekaligus ikut berperan dalam mengurus usaha bersama dengan Anda. Mitra jenis ini disebut juga dengan rekan kerja aktif.
  1. Pemberi modal dalam bentuk saham: Mitra bisnis ini adalah orang yang hanya memberikan modal dalam bentuk saham. Orang ini tidak ikut dalam mengurus usaha yang dijalankan. Mitra bisnis ini disebut dengan investor.
  1. Pemberi modal dalam bentuk hutang: Hampir sama dengan investor, mitra bisnis ini juga hanya memberikan modal. Hanya saja modal yang diberikan dalam bentuk hutang usaha. Dalam hutang ini ada pokok hutang, bunga dan waktu jatuh tempo. Mitra bisnis ini disebut dengan kreditur.

Pembagian Keuntungan Kepada Rekan Kerja Aktif

Mitra bisnis ini tentu saja akan aktif dalam mengurusi usaha yang dijalankan bersama. Bisa dikatakan bahwa rekan kerja aktif adalah juga seorang karyawan.

loading...

Sebagai seorang karyawan, maka akan mendapatkan balasan untuk yang dilakukan yang biasanya disebut dengan gaji. Biasanya gaji ini diberikan satu bulan sekali di awal atau akhir bulan.

Selain gaji, sebagai penanam modal mitra bisnis ini juga akan mendapatkan dividen. Dividen adalah keuntungan bersih yang didapat setelah memotong keuntungan dengan biaya investasi tahun depan dan biaya operasional.

Dividen biasanya dihitung per satu tahun. Dalam pembagian antar pemilik modal, disesuaikan dengan persentase modal yang ditanamkan dalam bisnis.

Dapat disimpulkan bahwa pembagian keuntungan untuk rekan kerja aktif dalam usaha kerja sama bagi hasil ada dua yaitu dengan gaji dan dividen. Pemberian gaji dilakukan satu bulan sekalu sedangkan dividen dilakukan satu tahun sekali.

Pembagian Keuntungan Kepada Investor

Dalam kasus dua pihak melakukan usaha kerja sama bagi hasil dimana hanya salah satu pihak yang memberikan modal saja, pembagian keuntungan hanya melalui dividen saja. Karena modal 100% dimiliki oleh satu pihak, maka pembagian tidak didasarkan pada kepemilikan modal.

Sebelum memulai usaha kerja sama bagi hasil, kedua belah pihak biasanya melakukan kesepakatan. Persentase yang disepakati biasanya 50 : 50 atau 40 : 60 untuk pemilik modal. Dalam islam, usaha kerja sama bagi hasil jenis ini juga disebut dengan mudharabah.

Pembagian Keuntungan Kepada Kreditur

Usaha kerja sama bagi hasil dengan kreditur bisa dikatakan sama dengan berhutang. Oleh karena itu dalam perjanjian yang disepakati akan ada pokok hutang, bunga dan waktu jatuh tempo.

Berbeda dengan investor, bila usaha yang dijalankan mengalami kegagalan, maka kreditur tidak akan menanggung hal tersebut.

Pembagian keuntungan dilakukan dengan pembayaran pokok hutang dan bunga pada waktu yang dilakukan. Besar bunga biasanya telah disepakati oleh kedua belah pihak sebelumnya. Bila pembayaran melewati masa jatuh tempo yang ditentukan, maka bunga akan semakin besar

Pembagian keuntungan yang seimbang akan membuat kedua belah pihak merasa senang dalam melakukan bisnis. Dengan begitu, kerja sama dapat dilakukan terus menerus.

Anda sekarang bisa menerapkan cara membagi keuntungan dalam usaha kerja sama bagi hasil di atas agar mitra bisnis Anda merasa nyaman bekerja sama dengan Anda. Jangan lupa simak juga ulasan tentang strategi meningkatkan keuntungan bisnis serta artikel menarik lainnya tentang cara membangun tim kerja yang efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *